Wisuda Purna Siswa

Wisuda Purna Siswa

Rabu, 09 September 2015

PAWAI KARNAVAL

Dalam rangka memperingati HUT RI ke 70, KB Fattahul Huda Pungpungan Kalitidu Bojonegoro mengikuti kegiatan pawai karnaval yang diadakan oleh panitia HUT RI ke 70 Desa Pungpungan Kecamatan Kalitidu Bojonegoro. Seluruh siswa dan wali siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh kegembiraan.


SETELAH PELEPASAN DAN PENGUKUHAN SISWA

Berfoto bersama setelah acara pelepasan dan pengukuhan siswa siswi di lingkungan YASPIA.

Kamis, 23 April 2015

KARTINI KECIL PAWAI TA'ARUF

Hari ini Selasa, 21 April 2015 bangsa Indonesia memperingati hari Kartini. Begitu juga pada siswa siswi Kelompok Bermain ( KB ), Raudlatul Athfal ( RA ) dan Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) Fattahul Huda Desa Pungpungan Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro juga ikut memperingati hari Kartini dengan mengadakan kegiatan pawai ta'aruf mengelilingi Desa Pungpungan.
Peserta pawai sejumlah 285 anak dari lembaga di atas dan diikuti oleh seluruh wali siswa KB dan RA Fattahul Huda Pungpungan. Seluruh peserta menggunakan pakaian adat Nusantara, tetapi yang terbanya menggunakan pakaian adat Jawa. Begitupun dengan bapak dan ibu guru juga mengenakan pakaian adat Jawa.
"Kegiatan ini baru pertama kali kami laksanakan. Melihat antusiasme siswa dan wali siswa maka kami akan mengangendakan kegiatan ini menjadi kegiatan tahunan" Tutur ketua penyelenggara Slamet, S.PdI.
Sepanjang rute yang dilalui banyak sekali masyarakat yang menyambut dengan antusias. kebanyakan dari mereka tertawa terbahak bahak melihat pakaian yang dikenakan dan tingkah polah anak anak dari KB, RA dan MI Fattahul Huda Pungpungan. "Kami tadinya kaget ada apa orang kok ramai sekali, ternyata setelah saya keluar ternyata ada pawai dari anak anak sekolah. Saya sangat senang ada kegiatan ini, selain untuk hiburan juga menambah semaraknya desa kami" begita kata seorang penonton yang yang tidak mau disebut namanya.
Mudah mudahan dengan adanya kegiatan ini akan memupuk semangat siswa siswi dan memberikan motivasi belajar agar lebih giat lagi dan dapat meneladani ibu Kartini.






























Jumat, 10 April 2015


VISI, MISI DAN TUJUAN
KB FATTAHUL HUDA PUNGPUNGAN KALITIDU


VISI

MEMBENTUK GENERASI SEHAT, CERDAS, KREATIF, MANDIRI, CERIA DAN BERAKHLAKUL KARIMAH

MISI

1.      MEMBERIKAN PELAYAN PENDIDIKAN YANG PRIMA
2.      MEMBERIKAN PELAYANAN KESEHATAN PADA ANAK USIA DINI
3.      MEMBANGUN KERJASAMA DENGAN LINGKUP TERKAIT DAN MASYARAKAT GUNA PENINGKATAN DAN PENGOPTIMALAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
5.      MEMFASILITASI BELAJAR YANG SESUAI DENGAN KEBUTUHAN ANAK USIA DINI
6.      MEMOTIFASI MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

TUJUAN

1.      MEMBERIKAN PELAYANAN PENDIDIKAN YANG MENCAKUP SEMUA ASPEK-ASPEK PERKEMBANMGAN ANAK
2.      MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PELAYANAN PENDIDIKAN YANG LEBIH BERKUALITAS SESUAI DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN ANAK
3.      MEMBANTU MASYARAKAT DALAM MEMBERDAYAKAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
4.      TURUT MEMBANTU DALAM MEMBERDAYAKAN KETRAMPILAN MASYARAKAT KHUSUSNYA ORANG TUA SISWA
5. TURUT MEWUJUDKAN CITA – CITA BANGSA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN YANG SESUAI DENGAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945

Jumat, 27 Februari 2015

KTSP PAUD 2013


POSTED BY SETIADI SUSILOON15 COMMENTS
ktsp paud 2013
Kurikulum KTSP PAUD 2013 yaitu kurikulum nasional yang dikembangkan, disusun dan dikelola oleh sebuah lembaga sesuai kebutuhan dan kultur lembaga tersebut. KTSP lembaga yang satu dengan lembaga yang lainnya itu dipastikan berbeda namun mempunyai inti yang sama.

Kurikulum disusun harus memperhatikan seluruh potensi anak agar dapat berkembang optimal dengan memadukan seluruh aspek pengembangan. 

Kurikulum bukanlah harga mati pada pelaksanaan kegiatan main dan pembelajaran. Kurikulum merupakan acuan minimal, dengan kata lain, kurikulum dapat dikembangkan sesuai dengan situasi kondisi peserta didik, waktu, dan daerah dimana kurikulum tersebut digunakan.

Kurikulum di lembaga pendidikan anak usia dini terdiri dari dua kategori, yaitu kurikulum untuk pendidikan formal dan kurikulum untuk pendidikan non formal. Kurikulum yang digunakan pun dirancang berbeda sesuai usia anak yang dilayani.

PAUD formal saat ini menggunakan kurikulum 2004 yang sering disebut dengan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Sedangkan PAUD nonformal banyak menggunakan Menu Generik sebagai acuan pelaksanaan pembelajaran atau pun kegiatan pengembangan lainnya.

Tata cara penyusunan KTSP PAUD 2013

Komponen-komponen yang termuat dalam KTSP mencakup dua dokumen, yaitu :
Dokumen I dan Dokumen II


DOKUMEN I ( KTSP PAUD 2013 )


Dokumen I dalam KTSP terdiri dari empat BAB yaitu Pendahuluan, Tujuan Pendidikan, Struktur dan Muatan Kurikulum, dan Kalender Pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN

Pendahuluan berisi penjabaran :

1.     Latar Belakang (Dasar Pemikiran Penyusunan KTSP)
        
Latar belakang merupakan penjabaran alasan pengembangan kurikulum. Di sini dibahas dua hal sebagai pertimbangan mengapa sebuah pengembangan kurikulum perlu ada, yaitu kenyataan yang ada di lapangan dan harapan pengembang kurikulum.
    
Kenyataan berisi mengenai berbagai fakta yang menjelaskan keadaan lapangan yang menuntut segera dikembangkannya sebuah kurikulum yang sudah ada.

Harapan pengembang kurikulum, berisi berbagai hal yang diharapakan jika kurikulum tersebut dikembangkan dari kurikulum yang sudah ada. Harapan yang disusun memperhatikan kemampuan lembaga, dari segi SDM maupun SDA.

2.     Analisis SWOT Kondisi Lembaga

Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) perlu dilakukan untuk mengetahui berbagai faktor, baik pendukung maupun
penghambat jika sebuah kurikulum akan dikembangkan di wilayah sekitar lembaga.

a)    Strengths (Kekuatan)

Kekuatan merupakan unsur-unsur yang dapat dijadikan pendukung bagi pengembangan kurikulum ini. Kekuatan dapat berupa material muapun nonmaterial.

b)   Weaknesses (Kelemahan)

Kelemahan merupakan faktor penghambat bagi pelaksanaan pengembangan kurikulum. Faktor ini sama dengan faktor kekuatan, dapat bersifat material dan imaterial.

c)    Opportunities (Peluang)

Peluang merupakan kesempatan, celah, atau alternatif, yang berarti bahwa unsur ini merupakan berbagai peluang dan alternatif bagi pelaksanaan pengembangan kurikulum.

d)    Threats (Ancaman)

Ancaman merupakan unsur yang dapat menggagalkan proses dan pelaksanaan pengembangan kurikulum.


BAB II TUJUAN PENDIDIKAN

Tujuan Pendidikan berisi penjabaran :


1      Filosofi


Lembaga menentukan filosofi yang akan dijadikan acuan bagi pengembangan kurikulum agar tidak melenceng dari falsafah bangsa dan kebutuhan sekolah. Filosofi pengembangan kurikulum memperhatikan pada budaya bangsa,perkembangan anak, keadaan wilayah, kemajuan jaman, dan kebutuhan masyarakat akan pendidikan.



2       Visi Sekolah

Visi merupakan cita-cita utama sekolah yang dijabarkan dalam kalimat. Visi ini tidak lebih dari satu kalimat. Beberapa lembaga menjadikan visi ini sekaligus sebagai motto sekolah agar mudah diingat masyarakat. 

3      Misi Sekolah

Misi merupakan penjabaran agar visi tercapai, atau lebih singkatnya adalah cara mencapai visi. Hal ini memungkinkan bahwa misi dapat lebih dari satu kalimat uraian. 

4      Tujuan Sekolah

Tujuan sekolah terlahir dari misi yang ada dan merupakan harapan terhadap lulusan yang dihasilkan. Cara yang dijabarkan dalam misi dapat diuraikan menjadi tujuan. 


5      Prinsip Pembelajaran
   
Prinsip pembelajaran perlu disusun agar pelaksanaan kurikulum yang telah dikembangkan tetap pada jalurnya. Prinsip dapat disusun dengan mengadopsi dari perkembangan anak, budaya dan adat istiadat daerah, ataupun tuntutan perkembangan jaman. 

6     Tata Tertib
   
Jika prinsip pembelajaran telah disusun, maka perlu ada tata tertib pelaksanaan pembelajaran yang juga dimuat dalam pengembangan kurikulum agar pelaksanaannya tidak melanggar karakteristik anak, budaya, dan filosofi sekolah. Tata tertib diberlakukan pada sekolah, guru, dan orang tua sebagai pengguna.


BAB III  STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

Hal ini merupakan inti isi kurikulum, di dalamnya memuat menu pembelajaran yang akan dijadikan acuan pembelajaran sepanjang tahun. Struktur meliputi kurikulum inti dan kurikulum institusional atau muatan lokal dan berisi alokasi waktu pada masing-masing aspek. 

Isi kurikulum disusun dengan memperhatikan komponen anak, pendidik, pembelajaran, asesmen, dan pengelolaan pembelajarannya itu sendiri. 
  • Anak memperhatikan sasaran layanan usia di sekolah
  • Pendidik memperhatikan kompetensi lulusan dan kualifikasi pendidikan
  • Pembelajaran memperhatikan pengelompokkan usia
  • Asesmen dengan menyusun acuan pemantauan perkembangan anak dalam pembelajaran
  • Pengelolaan pembelajaran berisi satuan kegiatan dari tahunan hingga ke harian.

1    Bidang Pengembangan

Bidang pengembangan atau aspek perkembangan merupakan perkembangan yang akan dilatihkan selama proses pembelajaran sesuai dengan usia dan karakteristik anak. 

Jika pengembangan kurkikulum mengacu pada kurikulum PAUD formal, maka akan ada lima bidang pengembangan. Namun jika mengacu pada kurikulum PAUD nonformal akan terdapat enam aspek perkembangaan.

2     Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan isi kurikulum yang akan menjadi ciri khas sebuah sekolah sesuai dengan kegiatan khas dari masyakarat sekitar. 

3     Kegiatan Pengembangan Diri

Kegiatan pengembangan diri berupa kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian anak melalui kegiatan penyaluran minat, bakat, hobi, kepribadian, dan kreativitas. 

4     Pengaturan Beban Mengajar

Pembagian alokasi waktu agar indikator dapat dikembangkan dengan merata.



Kalender berisi tentang pengaturan waktu pembelajaran selama setahun yang disesuaikan pada kebutuhan daerah, peserta didik dan pemerintah daerah maupun pusat. 

Dalam kalender dijabarkan juga sistem pembelajaran yang dianut, menggunakan triwulan, catur wulan, atau semester. Memuat juga waktu pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, dimulai jam berapa dan kapan berakhirnya.

DOKUMEN II ( KTSP PAUD 2013 )

Dokumen II KTSP berisi pengembangan silabus yang merupakan perencanaan tahunan, semester/bulanan, mingguan, dan harian. Dokumen II berisi inti pembelajaran yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan.




Demikianlah cara penyusunan KTSP PAUD 2013 ini, untuk contoh dari KTSP yang sudah jadi akan dilampirkan dalam kesempatan lain berupa File yang dapat di unduh di blog ini.

http://kurikulumpaud.blogspot.com/2013/06/ktsp-paud-2013.html

Cara Penilaian di PAUD | Pedoman Penilaian PAUD


POSTED BY SETIADI SUSILOON0 COMMENTS
Cara Penilaian di PAUD
Artikel tentang Cara Penilaian di PAUD ini adalah bagian pertama dari lima bagian tulisan tentang Pedoman Penilaian di PAUD.

Tiga istilah yang banyak digunakan dalam kegiatan penilaian di pendidikan usia dini adalah pengukuran, penilaian dan asesmen.

Pengukuran lebih mengarah pada upaya untuk mengetahui perkembangan anak dengan cara mengukur dengan sifat kuantitatif, misalnya mengukur perkembangan tinggi dan berat badan, mengukur jauh lompatan, tinggi lompatan, mengukur potongan yang teraingkai dan aktifitas pengukuran yang lainnya.

Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan tingkat pencapaian perkembangan anak dan pengambilan keputusan, pengakuan atauketetapan tentang kondisi (kemampuan anak).


Pengumpulan dan pengolahan informasi dilakukan dengan menggunakan berbagai metode dan instrument yang relevan. Contoh penilaian adalah mendeskripsikan kemampuan anak dalam melakukan tugas tertentu, seperti menyebutkan warna, membedakan bentuk, menyebutkan cirri-ciri benda, binatang, tumbuhan dan cirri-ciri lainnya.

Penetapan tercapai atau tidaknya kemampuan yang diharapkan, merujuk pada standar tingkat pencapaian perkembangan anak yang terdapat dalam pedomankurikulum.
Sedang Asesmen sedikit berbeda dengan penilaian sekalipun bermuara pada pengambilan keputusan. Asesmen pada dasarnya bukanlah untuk mengetahui hasil belajar anak, akan tetapi untuk merancang menu pembelajaran yang dibutuhkan dan sesuai dengan tahapan perkembangan dan kebutuhannya.

Asesmen juga melihat tentang gaya belajar anak dan juga kebutuhan anak untuk perkembangannya, baik perkembangan fisik, bahasa, kognitif maupun perkembangan sosial emosional.

Contoh Asesmen :
  • Contoh asesmen perkembangan fisik diantaranya asesmen terhadap proporsi pertumbuhan berat badan dengan tinggi badan dan usia anak, asesmen terhadap fungsi deteksi alat indra.
  • Contoh asesmen perkembangan bahasa diantaranya deteksi terhadap kemampuan menyampaikan keinginan, gagsan atau pesan, deteksi perkembangan kosa kata dilihat dari usia anak, deteksi terhadap artikulasi bahsa.
  • Contoh asesmen perkembangan kognitif diantaranya deteksi terhadap pemahaman konsep bilangan, warna, waktu dan ukuran. Dalam konteks yang lebih spesifik dapat pula dilakukan terhadap gejala-gejala hambatan intelektual.
  • Contoh asesmen perkembangan emosional seperti mendeteksi anak-anak yang mengalami hambatan sosial, seperti kurang percaya diri, sulit lepas dari orang tua, anak yang tidak bisa berbagi dengan teman sebayanya, dan bentuk deteksi lainnya.

Sekalipun ketiganya memiliki karakteristik yang relative sama dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, dalam penggunaan selanjutnya dihimpun dalam istilah penilaian.

Tujuan Penilaian

Tujuan penilaian adalah untuk mengetahui dan menindaklanjuti pertumbuhan dan perkembangan yang dicapai peserta didik selama mengikuti pendidikan di PAUD.

Fungsi Penilaian

  1. Memberikan umpan balik kepada guru untuk memperbaiaki kegiatan pembelajaran, termasuk dalam penyusunan program kegiatan.
  2. Memberikan bahan pertimbangan bagi guru untuk melakukan kegiatan bimbingan terhadap peserta didik agar fisik maupun psikisnya dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
  3. Memberikan bahan pertimbangan bagi guru untuk menempatkan anak dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
  4. Memberikan informasi kepada orang tua tentang pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak sebagai bentuk pertanggungjawaban lembaga.
  5. Memberikan informasi bagi orang tua untuk melaksanakan pendidikan keluarga yang sesuai dan terpadu dengan proses pembelajaran di PAUD.
  6. Memberikan bahan masukan bagi berbagai pihak dalam rangka pembinaan selanjutnya terhadap peserta didik.
http://kurikulumpaud.blogspot.com/2013/07/cara-penilaian-di-paud-pedoman.html